Astra Motor NTB terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara melalui kegiatan sosialisasi safety riding di Dealer MPM Motor Honda Mataram, Jumat (15/05/2026). Dalam kegiatan tersebut, instruktur safety riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya juga membagikan sejumlah tips penting terkait posisi tubuh saat berkendara, terutama bagi pengendara yang menempuh perjalanan jauh.
Menurut Satria, posisi tubuh atau riding posture memiliki peran sangat penting untuk menjaga keseimbangan, mengurangi rasa lelah, hingga membantu melancarkan aliran darah selama berkendara.
“Kalau kita terlalu kaku saat riding, itu bisa menghambat mekanisme aliran darah sehingga kita menjadi tidak fokus di jalan dan cepat mengalami kelelahan,” jelasnya.
Ia mengatakan para anggota komunitas motor sering melakukan perjalanan jarak jauh, bahkan hingga ratusan kilometer mengelilingi Pulau Lombok. Karena itu, pemahaman tentang riding posture menjadi hal wajib agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
7 Riding Posture yang Wajib Dikuasai Pengendara diantaranya
- Pandangan mata Pengendara dianjurkan fokus melihat jauh ke depan dan tidak hanya memperhatikan roda depan. Dengan pandangan luas, pengendara dapat lebih cepat mengantisipasi kondisi jalan dan potensi bahaya.
- Posisi bahu harus rileks dan santai. Bahu yang tegang membuat tubuh cepat lelah dan menyulitkan saat bermanuver.
- Posisi siku sebaiknya sedikit menekuk dan tidak lurus kaku. Posisi ini membantu meredam getaran ketika melintasi jalan berlubang atau tidak rata.
- Posisi tangan di setang motor harus digenggam dengan nyaman namun tetap santai. Jari-jari tangan juga harus mudah menjangkau tuas rem dan kopling tanpa mengubah posisi genggaman.
- Posisi pinggul pengendara disarankan duduk pada posisi ternyaman di atas jok dan tidak terlalu jauh dari setang agar tubuh tidak membungkuk yang dapat memicu nyeri pinggang.
- Posisi Lutut untuk motor sport, lutut dianjurkan menjepit tangki bahan bakar agar motor lebih stabil. Sedangkan untuk motor matic atau bebek, lutut diposisikan lurus sejajar dengan bodi motor. dan yang terakhir,
- Posisi kaki harus bertumpu pada footstep dan siap menjangkau pedal rem maupun persneling. Saat berhenti, kaki juga harus mudah menyentuh permukaan jalan.
Satria menegaskan, tujuh posisi tersebut bertujuan menjaga keseimbangan, mencegah kelelahan, serta memastikan pengendara mampu mengendalikan kendaraan secara refleks saat menghadapi situasi darurat.
Selain riding posture untuk pengendara, Satria juga menjelaskan tiga posisi aman saat berboncengan yang sering diabaikan masyarakat.
Pertama, pembonceng tidak boleh duduk menyamping dan harus duduk tegak menghadap ke depan sambil memeluk ringan pengendara.
Kedua, lutut pembonceng harus merapat ringan ke tubuh pengendara agar gerakan tubuh tetap seimbang saat motor bermanuver atau berbelok.
Ketiga, kaki pembonceng wajib berada di footstep yang tersedia demi menjaga keseimbangan selama perjalanan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berboncengan lebih dari dua orang.
“Kalau berbonceng tiga, risikonya tanggung sendiri. Banyak kecelakaan fatal terjadi karena penumpang di tengah tidak punya pegangan dan pijakan yang aman,” tegasnya.
Selain mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara dan tips riding posture, Astra Motor NTB juga mengajak konsumen setia Honda untuk rutin melakukan perawatan kendaraan.
Melalui layanan Honda Care NTB, konsumen bisa mendapatkan bantuan darurat saat mengalami kendala di jalan maupun di rumah melalui WhatsApp di nomor 0877-7990-8000.
Sementara itu, aplikasi Motorku X juga hadir dengan berbagai fitur layanan untuk memudahkan konsumen Honda mendapatkan informasi servis, booking service, hingga promo menarik lainnya. (Tim KM Abdi Mataram)
