Lombok Barat : – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat, memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim penghujan periode tahun ini, dengan membekali pelatihan kepada puluhan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dimiliki, untuk meminimalisir atau mengurangi resiko bencana.
Menghadapi puncak musim hujan yang diprediski akan terjadi pada periode bulan desember hingga Februari 2026 medatang, yang memicu cuaca extrim dan berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, angin kencang dan tanah longsor, menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana TRC-PB BPBD Lombok Barat pun bergerak cepat memperkuat diri, di gembleng dalam pelatihan peningkatan kapasitas di Kawasan wisata pantai Cemare Lembar Lombok Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat Sabidin mengatakan, selain fokus melakukan pemetaan dan identifikasi karateristik bencana, menghadapi puncak musim hujan tahun in, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif memastikan respons cepat dalam memperkuat kesiapsiagaan TRC- PB yang dimiliki dengan dibekali pelatihan.
“Personel TRC-PB BPBD Lombok Barat tetap siaga, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada masyarakat. Kesiapsiagaan ini merupakan tugas kami dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang sewaktu-waktu,” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelatihan atau peningkatan kapasitas TRC-PB ini, pihaknya menggandeng aparat TNI untuk melatih fisik personil TRC-PB, sedangkan BASARNAS memberikan pelatihan peningkatan kemampuan TRC-PB menghadapi bencana, dalam simulasi langsung yang dilaksanakan di wisata pantai Cemare Lembar Lombok Barat, mulai dari pencarian, pertolongan hingga evakuasi korban di dalam air.
“Kegiatan ini sebagai serangkaian upaya untuk meminimalisir atau mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mengingat bulan Nopember ini intensitas hujan mulai cukup tinggi , dan potensi akan terjadinya banjir diprediksi tinggi pada awal tahun,” jelasnya.
Sabidin menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG bersama instansi terkait, memantau perkembangan kondisi cuaca dan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, dalam menghadapi potensi bencana terutama pada puncak musim hujan nanti, serta mengajak masyarakat tetap waspada dan aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG terkait kondisi cuaca dan potensi bencana. (Tim KM Lombok Barat)
