Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Pemerintahan

Jeritan Perangkat Desa, Dituding Biang Kerok, Padahal Tak Punya Kuasa atas Data Bantuan Sosial

Ibra_kmrb December 16, 2025 3 minutes read

Lombok Timur – Persoalan karut-marut data bantuan sosial (bansos) di tingkat akar rumput tampaknya menjadi masalah abadi. Bahkan, diibaratkan “meski kiamat kurang dua hari,” kekacauan data sosial tetap menjadi hantu yang menghantui. Ironisnya, biang keladinya diyakini bukan karena ketidakjujuran, melainkan terletak pada sumber dan proses pengelolaan data yang digunakan.

Puncak kekecewaan ini mendorong puluhan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Lombok Timur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (Hearing).

Carut-marutnya data penerima bantuan—terutama Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kesra, hingga Bantuan Pangan (Bapang)—dinilai tidak transparan dan terus memicu polemik di masyarakat.

Ketua PPDI Lombok Timur, Hamzah, menegaskan bahwa hampir seluruh desa mengalami masalah yang sama, dan perangkat desa menjadi sasaran tembak kekecewaan publik.

“Kami di desa ini sering dicaci maki, bahkan dihina masyarakat. Padahal, penentuan data bansos itu tidak sepenuhnya ada di tangan kami. Wajar jika masyarakat berprasangka buruk,” ujar Hamzah usai hearing, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, ketiadaan transparansi data memicu masalah sosial, termasuk kasus tumpang-tindih dan penerima ganda. Perangkat desa justru menjadi pihak yang paling disalahkan, meskipun kewenangan mereka dalam menentukan kelayakan penerima sangat terbatas.

Hamzah menjelaskan bahwa selama ini peran pemerintah desa hanya sebatas mengusulkan data melalui operator aplikasi. Mereka sama sekali tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa yang berhak menerima.

Data usulan desa tersebut kemudian dikolaborasikan dengan hasil Regsosek dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial, sebelum akhirnya dikirim ke pemerintah pusat. Data yang sudah final itulah yang kemudian diturunkan kembali ke desa.

“Kami cuma bisa mengusulkan. Layak atau tidaknya itu diputuskan di tingkat atas. Data yang sudah jadi, barulah dikirim kembali ke desa,” katanya.

Oleh karena itu, PPDI mendesak agar pemerintah desa diberi kewenangan penuh untuk memverifikasi dan menetapkan masyarakat yang benar-benar layak menerima bansos. Langkah ini dianggap kunci untuk mengakhiri tumpang-tindih, penerima ganda, dan menjamin bantuan tepat sasaran.

Selain bansos, PPDI juga menyoroti misteri data penerima bantuan UMKM. Banyak perangkat desa mengaku tidak tahu menahu mengenai asal-usul data penerima bantuan UMKM yang tiba-tiba diturunkan melalui kecamatan, meskipun proses administrasi awal seperti Surat Keterangan Usaha (SKU) memang dikeluarkan oleh desa.

“Tugas kami hanya melayani masyarakat yang mengajukan SKU. Kami tidak tahu surat itu dipakai untuk apa, apakah untuk pengajuan kredit bank atau bantuan UMKM,” jelasnya.

Hamzah menegaskan, perangkat desa ingin bekerja secara profesional dan objektif. Stigma bahwa desa akan memprioritaskan kerabat atau keluarga hanyalah prasangka.

“Kalau memang masyarakat mampu, jangan diberikan. Kami ingin objektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

PPDI meminta agar ke depan sistem pendataan bansos menjadi lebih transparan dan melibatkan desa secara aktif bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Harapannya, pemerintah desa tidak hanya terlibat sebatas pengusulan, tetapi juga diberikan peran strategis dalam penentuan kelayakan penerima bantuan. Pasalnya, pemerintah desa adalah pihak yang paling mengetahui kondisi riil masyarakat di wilayahnya.

“Saya berharap kami di desa tidak hanya dilibatkan sebatas pengusulan, tetapi kami diberi kewenangan dalam penentuan kelayakan penerima bantuan,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan ini, Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, Muhammad Holdi, menyatakan pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan data krusial tersebut. Ia berjanji akan membahas masalah ini lebih mendalam.

“Akan kami rekomendasikan kepada pemerintah daerah dan OPD terkait untuk menggelar pertemuan lanjutan,” tutupnya.

 

About the Author

Ibra_kmrb

Author

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: BNN Kota Mataram Perkuat Pencegahan Narkoba melalui Deteksi Dini di Sekolah
Next: Jelang Nataru, Satbinmas Polres Lombok Barat dan Lapas Lombok Barat Perkuat Sinergi

Berita Terkait

x1769434302_IMG-20260126-WA0116.jpg.pagespeed.ic.I_TkfVtafb
4 minutes read
  • Pemerintahan

Gubernur Miq Iqbal: LHP-BPK sebagai Cermin Perbaikan Pembangunan NTB

adminkampung January 26, 2026 0
wagub
2 minutes read
  • Pemerintahan

Wagub NTB Lantik 26 Kepala Sekolah SMA SMK, Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

adminkampung January 26, 2026 0
c3ad82d1-29a9-41bf-a4cd-5b841ba46a10
2 minutes read
  • Pemerintahan

Bappeda NTB Gelar Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Rencana Aksi Dinas Koperasi UKM.

adminkampung January 26, 2026 0

Baca juga

kop
3 minutes read
  • Ekonomi

Akselerasi Gerai Koperasi Merah Putih, Pemprov NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor

adminkampung January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0013
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Inisiatif Mahasiswa KKN Unram Kelurahan Panjisari: Hidroponik sebagai Solusi Pangan Keluarga di Lahan Terbatas untuk Cegah Stunting

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0011
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Mahasiswa KKN PMD Unram Kelurahan Panji sari Ajak Warga Kembangkan UMKM Rengginang Kangkung

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260129-WA0014
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Belum Nyatakan Sikap, Herianto Justru Jadi Figur Terkuat di Pilkades Bukit Perigi

Lalu Rosmawan January 29, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.