Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

Kebijakan CFN Gerung Antara Pencitraan Pemerintah dan Kebutuhan Masyarakat

Lalu Rosmawan December 8, 2025 2 minutes read

Penerapan Car Free Night (CFN) di Gerung, Lombok Barat, menuai beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, kebijakan ini dipuji karena menghadirkan ruang publik baru yang lebih sehat, aman, dan inklusif. Namun di sisi lain, sebagian warga menilai CFN tak lepas dari upaya pencitraan pemerintah yang ingin menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Perdebatan ini memunculkan pertanyaan penting: apakah CFN benar-benar menjawab kebutuhan warga, atau sekadar strategi membangun citra di ruang publik?

Dalam beberapa pekan penyelenggaraannya, CFN mampu menarik perhatian warga dari berbagai usia. Anak-anak berlarian bebas di area publik tanpa khawatir dengan kendaraan yang melintas. Pedagang kecil mendapat peluang ekonomi baru berkat kerumunan pengunjung yang semakin ramai. Tentu, ini merupakan hal positif: ruang publik hidup, ekonomi mikro menggeliat, dan masyarakat punya tempat rekreasi murah meriah.

Namun, tak sedikit pula yang menganggap CFN masih bersifat seremonial. Pemerintah dinilai lebih fokus pada aspek keramaian dan liputan media ketimbang menyediakan fasilitas penunjang yang memadai. Persoalan sampah dan kemacetan di sekitar area utama masih menjadi keluhan yang terus terdengar.

Kritik lain juga muncul apakah CFN hanya hadir pada momen-momen tertentu ketika pemerintah membutuhkan sorotan? Ruang publik seharusnya bukan sekadar panggung politik, melainkan wujud kepedulian berkelanjutan terhadap kualitas hidup masyarakat. Jika CFN ingin dianggap lebih dari sekadar proyek pencitraan, maka konsistensi dan keberpihakan pada kebutuhan warga harus menjadi prioritas.

Pemerintah tentu berhak membangun citra positif itu bagian dari komunikasi publik yang sah. Namun citra yang kuat hanya akan lahir dari pelayanan yang benar-benar berdampak, bukan dari kegiatan yang hanya ramai sesaat. CFN bisa menjadi salah satu inovasi sosial yang berkelanjutan, asalkan dirancang dengan kajian yang matang, melibatkan masyarakat dalam prosesnya, serta memperhatikan aspek lingkungan, aksesibilitas, dan keberlangsungan ekonomi lokal.

Pada akhirnya, warga tidak sekadar membutuhkan acara yang meriah di akhir pekan. Mereka membutuhkan ruang publik yang benar-benar memberi manfaat: bersih, nyaman, ramah pejalan kaki, dan dapat diakses oleh semua kalangan setiap saat. Pertanyaannya kini kembali pada pemerintah: apakah CFN akan terus berkembang menjadi kebutuhan masyarakat, atau berhenti sebagai simbolis kebijakan yang gemerlap namun singkat?

 

Penulis: Eryn safutri Mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: BAZNAS RI Kunjungi Lombok Timur, Resmi Luncurkan Program “BAZNAS Sehat” Pertama di Indonesia
Next: Baznas Lombok Timur Raih Penghargaan dari KNPI atas Dedikasi Pelayanan Umat

Berita Terkait

IMG-20260122-WA0243
3 minutes read
  • Artikel/Opini

KAMMI LOTIM Mengecam Keras Tindakan Represifitas dan Mendesak POLDA NTB untuk Mengevaluasi KAPOLRES LOTIM

Lalu Rosmawan January 22, 2026 0
IMG-20260117-WA0197
3 minutes read
  • Artikel/Opini
  • Pendidikan

Mahasiswa KKN Desa Lelong Gelar Posyandu Ternak, Dorong Ekonomi Hijau di Desa Lelong

Lalu Rosmawan January 17, 2026 0
IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0

Baca juga

kop
3 minutes read
  • Ekonomi

Akselerasi Gerai Koperasi Merah Putih, Pemprov NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor

adminkampung January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0013
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Inisiatif Mahasiswa KKN Unram Kelurahan Panjisari: Hidroponik sebagai Solusi Pangan Keluarga di Lahan Terbatas untuk Cegah Stunting

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0011
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Mahasiswa KKN PMD Unram Kelurahan Panji sari Ajak Warga Kembangkan UMKM Rengginang Kangkung

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260129-WA0014
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Belum Nyatakan Sikap, Herianto Justru Jadi Figur Terkuat di Pilkades Bukit Perigi

Lalu Rosmawan January 29, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.