Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Inspirasi Kampung

Kisah Nabi Hud AS dan Kaum ‘Ad yang Dilenyapkan Badai Dahsyat

adminkampung September 25, 2025 4 minutes read

Nabi Hud AS adalah salah satu nabi dan rasul yang kisahnya tercantum dalam Al-Qur’an. Ia diperintahkan berdakwah kepada kaum ‘Ad.
Hud AS dikenal dengan sifatnya yang tegas. Nama Nabi Hud AS disebut sebanyak 7 kali dalam Al-Qur’an.

Menukil dari buku Mukjizat Isra Mi’raj dan Kisah 25 Nabi-Rasul tulisan Winkanda Satria Putra, Nabi Hud AS hidup sekitar 2450-2320 SM. Hud AS hidup sekitar 150 tahun dan pada 2400 SM dia diutus menjadi rasul.

Sang nabi merupakan putra dari Abdullah bin Ribah bin Khulud bin Ad bin Aus bin Irim bin Syam bin Nuh. Ia adalah keturunan suku ‘Ad yang hidup di Jazirah Arab, suatu tempat bernama Al Ahqaf. Lokasinya di utara Hadramaut, yaitu Yaman dan Oman.

Allah SWT berfirman,
۞ وَاذْكُرْ اَخَا عَادٍۗ اِذْ اَنْذَرَ قَوْمَهٗ بِالْاَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖٓ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَۗ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ۝٢١

Artinya: “Ingatlah saudara (kaum) ‘Ad (Hud) saat dia mengingatkan kaumnya (yang tinggal) di (lembah) Ahqaf. Sungguh, telah berlalu para pemberi peringatan sebelum dan setelahnya. (Dia berkata,) ‘Janganlah kamu menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar’.” (QS Al-Ahqaf:21)

Dikisahkan dalam buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul oleh Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, kaum ‘Ad dikaruniai berbagai kekayaan oleh Allah SWT. Tanah mereka subuh, sumber air mengalir dari banyak penjuru sehingga memudahkan mereka untuk bercocok tanam. Tempat tinggal kaum ‘Ad bahkan dihiasi dengan kebun bunga.

Kehidupan kaum ‘Ad sangat sejahtera dan makmur. Mereka juga menjadi suku terbesar di antara suku-suku yang hidup di sekitar mereka.

Orang-orang kaum ‘Ad memiliki fisik yang luar biasa. Tubuh mereka kuat dan kekar sehingga memudahkan bekerja keras. Selain itu, mereka juga dianugerahi pengetahuan dan kebudayaan yang tinggi.

Sayangnya, nikmat yang luar biasa itu justru tidak membuat mereka percaya akan keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam. Mereka menyembah patung-patung yang dianggap sebagai Tuhan.

Nabi Hud AS sebagai utusan Allah SWT diperintahkan membawa kaum ‘Ad ke jalan yang lurus. Ini dikarenakan mereka sudah menyekutukan Allah SWT dan mengerjakan banyak perbuatan syirik lainnya.

Dakwah Nabi Hud AS ditolak oleh kaum ‘Ad. Mereka juga tak segan melontarkan tuduhan, ejekan, serta hinaan kepada sang nabi.

Meski demikian, Nabi Hud AS terus bersabar dan menyampaikan ajaran tauhid. Ia berusaha agar kaumnya kembali ke jalan yang benar dan menyembah Allah SWT.

Namun, kaum ‘Ad tetap enggan mengubah kebiasaan mereka menyembah berhala. Menurut mereka, hal tersebut adalah warisan nenek moyang. Sampai-sampai, kaum ‘Ad menyuruh Nabi Hud AS kembali ke aturan nenek moyang dan menyembah berhala.

Usaha keras sang nabi tidak membuahkan hasil. Kaum ‘Ad tidak menggubris Nabi Hud AS dan bahkan menghina hingga merendahkan beliau.

Nabi Hud AS lantas berdoa kepada Allah SWT agar kaum ‘Ad yang tidak beriman diberi azab. Sang nabi juga memperingatkan kaumnya, tetapi mereka tidak percaya dan semakin kufur.

Atas izin Allah SWT, diturunkanlah azab kepada kaum ‘Ad sebanyak dua tahap. Pertama, ladang-ladang dan kebun mereka mengalami kekeringan.

Dalam keadaan itu, sang nabi masih berusaha meyakinkan kaum ‘Ad bahwa kekeringan tersebut adalah azab Allah SWT. Kaum ‘Ad yang tidak beriman tetap enggan mempercayai perkataan Nabi Hud.

Azab tahap kedua yang Allah timpakan pada kaum ‘Ad adalah munculnya gumpalan awan dan awan hitam yang tebal di atas mereka. Melihat hal itu, kaum ‘Ad sempat gembira karena menganggap akan turun hujan dan membasahi ladang mereka yang mengalami kekeringan.

Nabi Hud AS berkata bahwa awan hitam tersebut bukanlah awan rahmat, melainkan membawa kehancuran sebagai balasan Allah yang dijanjikan. Dalam surah Al Ahqaf ayat 24, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا۟ هَٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا ٱسْتَعْجَلْتُم بِهِۦ ۖ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,”

Akhirnya, Sang Khalik memberikan kaum ‘Ad azab kedua berupa angin topan dan badai hebat. Saking dahsyatnya, bencana itu berlangsung hingga 8 hari 7 malam yang berujung melenyapkan kaum ‘Ad tanpa sisa.

Wallahu a’lam.

selengkapnya https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-8125143/kisah-nabi-hud-as-dan-kaum-ad-yang-dilenyapkan-badai-dahsyat.

About the Author

adminkampung

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kapolda NTB: citrakan Indonesia sebagai tuan rumah yang aman, tertib, dan berkelas dunia
Next: Lembaga Perekonomian NU NTB Soroti Kontraksi Ekonomi, Minta Pemprov Lindungi UMKM dari Gempuran Ritel Modern

Berita Terkait

ramadhan
4 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Bergembira Karena Datangnya Ramadhan, Tanda Hati Masih Hidup

adminkampung February 8, 2026 0
pengemis copy
3 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Kisah 2 Pengemis Buta yang Mengharap Rezeki dari Allah dan Manusia

adminkampung February 8, 2026 0
nispu
3 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Amalan dan Keutamaan Nisfu Syaban

adminkampung February 2, 2026 0

Baca juga

ntb
4 minutes read
  • Ekonomi

Teknologi Adalah Kunci Jadikan NTB Lumbung Pangan Dunia Kembali

adminkampung February 10, 2026 0
kukuh
2 minutes read
  • Pemerintahan

Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubernur Ingin Tata Kelola Pemerintahan Semakin Baik

adminkampung February 10, 2026 0
gub
2 minutes read
  • Pemerintahan

Terima Audiensi PW NWDI NTB, Gubernur NTB Ajak Perkuat Kolaborasi Sukseskan Program NTB Makmur Mendunia

adminkampung February 10, 2026 0
WhatsApp Image 2026-02-10 at 17.48.58
2 minutes read
  • Peristiwa

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia yang Hilang di Hutan Jeringo dalam Keadaan Selamat

adminkampung February 10, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.