Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

Korupsi Pejabat NTB 2025 dan Luka Lama Birokrasi yang Belum Sembuh

Lalu Rosmawan December 6, 2025 3 minutes read

Kasus korupsi yang menimpa dua pejabat Pemerintah Provinsi NTB pada 2025 kembali membuka luka lama tentang rapuhnya integritas birokrasi daerah. Satu terseret kasus pengadaan masker COVID-19, dan satu lagi terkait pengelolaan lahan di kawasan Gili. Dua kasus ini bukan hanya urusan hokum keduanya memukul kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang seharusnya mereka andalkan.

Kasus dugaan korupsi masker terasa sangat menyakitkan. Hasil dari BPKP perwakilan NTB dan Penyidik sejak 2025 menyebut bahwa proyek pengadaan masker yang pada masa pandemi semestinya melindungi rakyat justru menghasilkan kerugian negara sekitar Rp 1,5 miliar. Aparat penegak hukum menetapkan 6 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan masker COVID-19. Di saat rakyat merasakan susahnya dengan ancaman kesehatan dan ekonomi, ada oknum yang justru memanfaatkan situasi genting ini untuk mencari keuntungan pribadi. Jika dugaan itu terbukti, maka ini bukan cuma tindak pidana ini pengkhianatan moral. Anggaran publik di masa krisis seharusnya menjadi alat penyelamat, bukan celah untuk memperkaya diri.

Kasus lahan di Gili pun tak kalah menunjukkan betapa kacaunya pengawasan aset daerah. Penyidik merinci bahwa lahan milik pemerintah dikuasai dan di sewakan secara ilegal oleh oknum yang kemudian memberikan keuntungan pribadi kepada tersangka. Nilai kerugian negara dari kasus pemanfaatan aset Gili Trawangan diklaim mencapai sekitar Rp. 1,4 miliar. Dalam kasus ini, penyidik dari kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat menetapkan tiga tersangka: dua pihak swasta dan satu pejabat salah satunya yaitu Mawardi Khairi. Dugaan utamanya pemanfaatan lahan atau aset daerah seluas sekitar 65 hektare tanpa izin resmi , dengan penghasilan dari sewa lahan dan kepentingan pribadi. Kawasan wisata strategis dengan nilai ekonomi tinggi sangat rentan jadi ajang permainan kekuasaan. Ketika pengelolaan lahan tidak transparan, yang muncul adalah praktik-praktik yang menjauh dari kepentingan publik. Pada akhirnya masyarakatlah yang menanggung akibat buruk dari tata kelola yang tidak sehat.

Memang, keputusan pemerintah untuk menonaktifkan dua pejabat tersebut merupakan langkah yang layak diapresiasi. Namun masyarakat sudah terlalu sering melihat kasus korupsi berhenti di tengah jalan. Penonaktifan saja tidak cukup publik butuh proses hukum yang terbuka, tidak salah pilih, dan benar benar menuntaskan akar persoalan. Jika tidak, kepercayaan publik yang sudah rapuh hanya semakin hancur.

Dampaknya pun tidak sederhana. Korupsi pejabat daerah menyisakan jejak panjang citra pemerintah rusak, pelayanan publik terganggu, dan kepercayaan investor menurun. NTB yang sedang gencar memajukan sektor pariwisata tentu akan terpukul jika permasalahan semacam ini terus berulang.

Karena itulah pembenahan birokrasi tidak boleh setengah hati. Pengawasan internal harus diperkuat, proses pengadaan harus lebih ketat dan transparan, dan pengelolaan aset publik harus diawasi secara serius. Peran masyarakat dan media juga penting sebagai pengontrol agar integritas pejabat tidak berhenti.

NTB membutuhkan aparatur yang bekerja untuk rakyat, bukan untuk kelompok tertentu. Skandal ini seharusnya menjadi alarm keras bahwa pembenahan harus dilakukan sekarang, bukan nanti. Hanya dengan membangun sistem yang bersih, NTB bisa bergerak maju tanpa terus dibayangi kasus korupsi yang menguras kepercayaan publik.

Penulis: Ghaitsa Gefira Mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram 

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: Kado Satu Tahun Pemerintahan SMART, BAZNAS Lotim Serahkan 25 Unit Rumah Layak Huni dan Gerobak Produktif
Next: Skandal Pola Pikir DPRD NTB Penghianat Terhadap Kepercayaan Publik

Berita Terkait

IMG-20260122-WA0243
3 minutes read
  • Artikel/Opini

KAMMI LOTIM Mengecam Keras Tindakan Represifitas dan Mendesak POLDA NTB untuk Mengevaluasi KAPOLRES LOTIM

Lalu Rosmawan January 22, 2026 0
IMG-20260117-WA0197
3 minutes read
  • Artikel/Opini
  • Pendidikan

Mahasiswa KKN Desa Lelong Gelar Posyandu Ternak, Dorong Ekonomi Hijau di Desa Lelong

Lalu Rosmawan January 17, 2026 0
IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0

Baca juga

ntb
4 minutes read
  • Ekonomi

Teknologi Adalah Kunci Jadikan NTB Lumbung Pangan Dunia Kembali

adminkampung February 10, 2026 0
kukuh
2 minutes read
  • Pemerintahan

Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubernur Ingin Tata Kelola Pemerintahan Semakin Baik

adminkampung February 10, 2026 0
gub
2 minutes read
  • Pemerintahan

Terima Audiensi PW NWDI NTB, Gubernur NTB Ajak Perkuat Kolaborasi Sukseskan Program NTB Makmur Mendunia

adminkampung February 10, 2026 0
WhatsApp Image 2026-02-10 at 17.48.58
2 minutes read
  • Peristiwa

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia yang Hilang di Hutan Jeringo dalam Keadaan Selamat

adminkampung February 10, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.