Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

Skandal Pola Pikir DPRD NTB Penghianat Terhadap Kepercayaan Publik

Lalu Rosmawan December 6, 2025 3 minutes read

Kasus dugaan gratifikasi yang menyeret sejumlah anggota DPRD NTB kembali membuka mata kita bahwa integritas politik di daerah masih sangat rapuh. Aliran dana miliaran rupiah melalui jalur pokok pikiran yang seharusnya menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan pemerintah malah berubah menjadi sumber persoalan.Dalam kasus ini telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yaitu termasuk Indra Jaya Usman, Muhammad Nashib Ikroman dan Hamdan Kasim. Dalam penahannya, ketiganya langsung di bawa ke lembaga Permasyarakatan ( Lapas ) sebagai bagian dari tahapan hukum. Jumlah uang itu di temukan sampai saat ini disebut sekitar Rp 1,85 miliar. Ini bukan hanya sekedar angka dalam laporan hukum ini adalah potret dari betapa jauhnya sebagai wakil rakyat memahami makna jabatan sebagai amanah. Sampai hari ini, tiga anggota DPRD NTB telah resmi di tetapkan sebagai tersangka. Penyidikan juga tidak berhenti pada tiga nama ini. Kejaksaan Tinggi NTB sudah memanggil 32 anggota dewan lain, termasuk beberapa pimpinan, untuk memberikan keterangan tambahan. Ada sesuatu yang keliru dalam cara sebagian wakil rakyat memahami kekuasaan.

Pola pikir sebenarnya diciptakan untuk memastikan aspirasi rakyat bisa diterjemahkan menjadi program nyata. Namun ketika mekanisme ini dijadikan alat tawar-menawar, nilai kemuliaannya langsung runtuh. Kasus di NTB memperlihatkan bahwa sebagian politisi masih melihat ruang jabatan sebagai meja negosiasi, bukan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Gratifikasi, sekecil apa pun, adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan warga. Lebih ironis lagi jika itu dilakukan oleh orang-orang yang diberi mandat memperjuangkan kepentingan publik. Tindakan semacam ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan moralitas politik yang seharusnya menjadi fondasi demokrasi.

Dampaknya pun jauh lebih dalam daripada sekadar potensi kerugian negara. Ketika lembaga legislatif  yang semestinya menjadi pengawas eksekutif justru tersandung kasus penyimpangan, masyarakat berhak mempertanyakan kualitas keputusan politik yang lahir dari gedung parlemen. Apakah benar program itu dibangun untuk rakyat, atau sebenarnya hasil dari transaksi yang tidak pernah terlihat di depan umum?

Karena itu, langkah penyelesaian kasus ini harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Transparansi bukan hanya kebutuhan hukum, tetapi kebutuhan publik. Masyarakat berhak tahu bagaimana penyimpangan terjadi, siapa saja yang menggerakkannya, dan bagaimana sistem pengawasan harus diperbaiki agar celah serupa tidak lagi dimanfaatkan.

Selain itu, pembenahan menyeluruh mutlak diperlukan. Sistem pola pikir harus di desain ulang agar bebas dari potensi gratifikasi. Audit harus diperkuat, mekanisme pelaporan diperjelas, dan proses pengawasan melibatkan lebih banyak pihak independen. Tanpa perubahan sistemik, kasus serupa hanya menunggu waktu untuk kembali terulang.

Apa yang terjadi di NTB bukan sekadar masalah lokal ini peringatan nasional. Selama jabatan publik diperlakukan seperti komoditas dan bukan amanah, demokrasi akan tetap berjalan pincang. Para wakil rakyat harus kembali mengingat bahwa kursi yang mereka duduki tidak untuk diperjual belikan, tetapi untuk memperjuangkan kepentingan mereka yang telah memberi kepercayaan.

Kini masyarakat NTB menunggu langkah nyata bukan sekadar pernyataan. Integritas tidak bisa dibuktikan lewat kata-kata, tetapi lewat keberanian bersikap jujur, tegas, dan transparan.

Jika para pemegang kekuasaan tidak mampu memperbaiki diri, maka merekalah yang menjadi ancaman terbesar bagi tegaknya demokrasi.

 

Dan hari ini, publik tidak hanya menuntut penyelesaian kasus. mereka menuntut perubahan budaya politik. tanpa itu, kasus grafitasi DPRD NTB hanyalah awal dari keruntuhan kepercayaan yang lebih luas.

Penulis: Muhammad Rizki Perdana  Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram 

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: Korupsi Pejabat NTB 2025 dan Luka Lama Birokrasi yang Belum Sembuh
Next: RS Sehat Baznas Pertama di Indonesia, Lotim Siap Sambut Ketua Baznas RI

Berita Terkait

IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0
Foto di posko KKN UNRAM
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Pendamping Desa Berdaya Transformatif Tunjukan Komitmen Bersama KKN UNRAM

M Yakub January 2, 2026 0
8788ab09-bd5c-4700-a674-50c378ca6f2b
4 minutes read
  • Artikel/Opini

Komunikasi yang Gagal: Dari Corporate Journalism hingga Masturbasi Birokrasi

adminkampung December 26, 2025 0

Baca juga

1768350178_IMG-20260114-WA0011
2 minutes read
  • Sosial Keagamaan

Pemprov NTB Bergerak Cepat Tangani Dampak Banjir Lobar dan Loteng

adminkampung January 14, 2026 0
x1768361523_84-1140x641.jpg.pagespeed.ic.nV8yGpWE_T
2 minutes read
  • Ekonomi

Gubernur NTB Percepat Aktivasi Koperasi Merah Putih

adminkampung January 14, 2026 0
x1768361709_IMG-20260114-WA0038.jpg.pagespeed.ic.AMhScuZ9dC
3 minutes read
  • Ekonomi

Tarif Angkutan Sewa Khusus NTB Final, Aplikator Wajib Kantor Cabang dan Plat Lokal

adminkampung January 14, 2026 0
iqbal
4 minutes read
  • Pemerintahan

Pemprov NTB Rencanakan Mitigasi Bencana Jangka Panjang

adminkampung January 14, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.