Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan menyambut kunjungan istimewa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Baznas RI ini merupakan bentuk perhatian serius terhadap penunjukan Lotim sebagai lokasi untuk pembangunan dan pengoperasian Rumah Sakit Sehat Baznas (RSSB) pertama dan satu-satunya di seluruh Indonesia.
RSSB di Lombok Timur ini telah ditetapkan sebagai Pilot Project strategis, tidak hanya untuk Baznas Pusat tetapi juga diharapkan menjadi model percontohan berskala nasional.
Rombongan penting dari Baznas RI dijadwalkan akan tiba di Lombok Timur pada Kamis, 11 Desember 2025 mendatang.
Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, membenarkan bahwa rombongan yang terdiri dari tujuh orang ini akan diterima langsung oleh Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, di Pendopo I Bupati.
”Kami akan melakukan penjemputan rombongan Baznas Pusat mulai pukul 08.00 Wita. Mereka diperkirakan akan tiba di Pendopo pada pukul 10.00 Wita untuk mengikuti acara penyambutan,” jelas Kamli.
Selain agenda seremonial, kehadiran Ketua Baznas Pusat dan rombongan juga memiliki misi penting lainnya, yakni membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Penunjukan Kabupaten Lombok Timur sebagai lokasi pilot project ini bukanlah tanpa alasan. Kamli mengungkapkan bahwa hal ini merupakan hasil dari proses dan kerja keras yang telah dilakukan oleh Baznas Kabupaten Lombok Timur bersama dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten setempat. Berkat sinergi ini, Lotim berhasil menjadi penerima manfaat utama program kesehatan bersumber dana zakat tersebut.
Setelah serangkaian acara di Pendopo usai, rombongan dijadwalkan langsung bergerak menuju lokasi utama, yaitu Rumah Sakit Sehat Baznas di Labuan Haji.
Rumah sakit ini sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Lombok Timur. Namun, setelah dilimpahkan pengelolaannya dari Pemerintah Kabupaten kepada Baznas Kabupaten Lombok Timur, fasilitas kesehatan ini bertransformasi menjadi Rumah Sakit Sehat Baznas.
Bupati H. Haerul Warisin diketahui memiliki semangat kuat untuk menyerahkan kembali pengelolaan rumah sakit Labuan Haji kepada Baznas. Keputusan ini didasari oleh keinginan untuk mengembalikan marwah institusi Baznas.
”Sejarah mencatat bahwa pondasi awal pembangunan rumah sakit ini dibangun menggunakan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat, yang pada saat itu dikelola oleh Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Lombok Timur,” tambah Kamli, menegaskan relevansi sejarah dalam penyerahan kembali aset tersebut.
Kamli menambahkan bahwa seluruh jajaran pimpinan dan amilin/amilat Baznas Lombok Timur saat ini tengah bekerja keras melakukan persiapan intensif. Mereka bertekad menyambut kedatangan tim Baznas Pusat dan menyukseskan pelaksanaan program bersejarah ini tanpa kendala.
