Lotim – Di era modern yang cenderung individualistik, aksi nyata kepedulian menjadi oase yang membuktikan bahwa nurani kolektif kita belum padam. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, Yayasan Lentera Lombok Nusantara kembali menunjukkan komitmennya melalui aksi sosial santunan yang menyasar anak-anak yatim dan lansia jompo—dua kelompok yang paling membutuhkan dekapan kasih sayang di tengah keterbatasan.
Meski bantuan yang diberikan memiliki nilai fisik, esensi utama dari kegiatan ini adalah kehadiran. Bagi seorang anak yang kehilangan sandaran orang tua, atau lansia yang melewati hari-hari dalam kesendirian, perhatian tulus adalah pesan kuat bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Kegiatan ini membawa dampak sosial yang nyata dan mendalam, di antaranya, Memberikan bantuan praktis untuk meringankan beban kebutuhan pokok jangka pendek. Memberikan dukungan moral bagi para penerima manfaat agar merasa diakui dan dicintai oleh lingkungan sekitar. Menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya gotong royong dan kepedulian antarsesama.
“Kasih sayang dan perhatian sering kali memiliki nilai yang jauh melampaui bantuan materi itu sendiri. Itulah ruh dari gerakan ini.”
Aksi kemanusiaan ini dipandu langsung oleh Faizun Fikri, M.AP., selaku Ketua Yayasan Lentera Lombok Nusantara. Di bawah kepemimpinannya, yayasan ini secara konsisten mengorganisir gerakan sosial dari hulu ke hilir, memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan berkelanjutan. Para relawan yang terlibat menegaskan bahwa ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari visi besar yayasan untuk hadir secara kontinu di tengah masyarakat.
Secara legal-formal, perhatian terhadap kelompok rentan sebenarnya merupakan mandat konstitusi. Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Namun, dalam realitasnya, tanggung jawab besar ini tidak bisa hanya dipikul oleh pundak pemerintah sendirian. Peran lembaga sosial seperti Yayasan Lentera Lombok Nusantara menjadi jembatan krusial. Sinergi antara negara dan masyarakat sipil inilah yang mampu memastikan tidak ada warga negara yang merasa terlupakan di hari tua atau masa mudanya.
Melalui langkah kecil namun konsisten, Lentera Lombok Nusantara telah membuktikan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang mampu menembus sekat-sekat kesunyian hidup.
