Mataram- Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar Balai Besar POM di Mataram bersama Universitas Muhammadiyah Mataram tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga membuka kesadaran mahasiswa terhadap ancaman serius penyalahgunaan obat-obatan tertentu di kalangan generasi muda. Selasa (12/05/2026)
Salah seorang mahasiswi Prodi D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram, Nur Alindah, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai maraknya penyalahgunaan obat tertentu di masyarakat.
“Karena kami dari jurusan kesehatan, jadi lebih mengetahui ternyata banyak obat-obat tertentu yang disalahgunakan. Dari sini kami jadi tahu obat mana yang memang tidak boleh digunakan sembarangan,” ujarnya.
Menurut Nur, pengawasan keluarga menjadi faktor utama dalam mencegah anak-anak terjerumus ke lingkungan pergaulan yang salah.
“Peran keluarga sangat penting, terutama dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terpengaruh menggunakan obat-obatan terlarang,” katanya.
Ia menilai penyalahgunaan obat tertentu saat ini sudah sangat memprihatinkan sehingga dibutuhkan pengawasan bersama dari keluarga, kampus, dan masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus dilakukan supaya penggunaan obat-obatan terlarang tidak terus-menerus terjadi karena kondisinya sudah sangat miris di masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram, Apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., mengatakan mahasiswa perlu memahami langkah penanganan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan obat di lingkungan sekitar.
“Mahasiswa harus tahu bagaimana proses pelaporan dan penanganannya. Jika sudah masuk tahap ketergantungan maka akan diarahkan untuk rehabilitasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kampus bersama BPOM akan terus memperkuat edukasi dan pengawasan agar generasi muda tidak menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan tertentu. (Tim KM Mataram)
