Mataram — Untuk memperluas pengalaman praktis dan memahami dinamika kerja institusi pemerintah, mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram mengikuti Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB). Selama satu bulan, para mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas lembaga yang menjadi garda depan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga membuka pemahaman mengenai realitas penegakan hukum di Indonesia.
PKL resmi dimulai pada 13 Juli 2025 dengan pengarahan dari dosen pembimbing mengenai aturan dan ketentuan selama kegiatan berlangsung. Setelah penempatan pada 21 Juli 2025, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan lingkungan kerja BNNP NTB. Mereka mengunjungi berbagai unit, seperti Rehabilitasi, Humas, Bagian Umum, Sarana dan Prasarana, hingga Divisi Pemberantasan yang kemudian menjadi lokasi fokus kegiatan mereka.
Di Divisi Pemberantasan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai alur penanganan kasus, proses pelaporan, serta mekanisme koordinasi antarbagian. Pemahaman awal ini menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menjalankan tugas-tugas administratif seperti rekap laporan kasus dan pengisian buku besar tahunan. Meskipun terlihat teknis, aktivitas ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkotika sangat bergantung pada ketelitian dalam pengelolaan data dan dokumentasi.
Suasana lapangan semakin terasa ketika mahasiswa mendampingi petugas divisi melakukan pengecekan ruang tahanan sementara sebelum jadwal kunjungan keluarga. Beberapa hari kemudian, mahasiswa memperoleh kesempatan berharga untuk mengamati proses interogasi terhadap tersangka kasus narkoba. Melalui kegiatan ini, mereka menyaksikan secara langsung bagaimana teknik komunikasi, ketelitian, dan etika hukum dijalankan dalam situasi nyata.
Pada awal Agustus, mahasiswa juga diberi tanggung jawab untuk menyusun surat penyitaan barang bukti, sebuah dokumen resmi yang menjadi dasar tindakan hukum lembaga negara. Tugas ini memberikan pengalaman penting mengenai bagaimana dokumen legal disusun secara formal dan sesuai prosedur.
Selain kegiatan teknis dan lapangan, interaksi sosial selama PKL juga meninggalkan kesan tersendiri. Setiap hari Jumat, mahasiswa mengikuti kegiatan senam bersama para pegawai, sekaligus turut meramaikan lomba peringatan Hari Kemerdekaan. Momen-momen ini mempererat hubungan mahasiswa dengan pegawai BNNP NTB.
Kegiatan PKL berakhir pada 21 Agustus 2025 yang menjadi hari perpisahan antara mahasiswa dan staf Divisi Pemberantasan. Meski berlangsung dalam waktu singkat, pengalaman ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kompleksitas pekerjaan pemberantasan narkoba—sebuah upaya yang menuntut disiplin, kerjasama, dan keakuratan data.
Bagi mahasiswa Unram, PKL di BNNP NTB menjadi bekal berharga untuk memahami dunia kerja sekaligus melihat persoalan sosial secara lebih luas. Kegiatan ini bukan hanya tentang mengamati penanganan kasus narkotika, tetapi juga memahami bagaimana lembaga negara bekerja menjaga keamanan masyarakat serta pentingnya peran generasi muda dalam mendukung upaya tersebut.
