Lombok Tengah — Potensi peternakan di Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Sebagian besar warga memelihara ternak seperti kambing sebagai sumber pendapatan. Namun, keterbatasan akses layanan kesehatan hewan masih menjadi tantangan dalam pengelolaan peternakan yang berkelanjutan. Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Mataram yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lelong merancang program Posyandu Ternak sebagai solusi dari permasalahan tersebut.
Kegiatan Posyandu Ternak ini dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026, yang bertempat di Dusun Tompek, Desa Lelong, Kecamatan Praya Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak warga sekaligus memberikan edukasi kepada peternak di tengah turunnya harga kambing secara drastis.
Kegiatan Posyandu Ternak ini dihadiri oleh dua dokter hewan dari UPT Penyuluhan HPT dan Kesehatan Hewan (Keswan) Praya Tengah beserta tiga anggota tim nya, serta satu orang penyuluh Desa Lelong. Acara dimulai dengan pembukaan secara resmi oleh kepala desa yang dimana diwakili oleh Kaur Perencanaan Desa Lelong Pak Toyib. Dalam sambutannya, Pak Toyib menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah menggagas program Posyandu Ternak sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan hewan ternak masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Posyandu Ternak yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya peternak kambing, baik dari sisi kesehatan ternak maupun pengetahuan dalam menghadapi kondisi harga kambing yang sedang turun,” ujar Pak Toyib.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh drh. Sari Kusuma Wardhani mengenai kesehatan ternak, khususnya kambing, serta alternatif pemanfaatan susu kambing sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi ternak di tengah anjloknya harga jual kambing di pasaran. drh. Sari Kusuma Wardhani menjelaskan bahwa pemanfaatan susu kambing dapat menjadi solusi jangka panjang bagi peternak.
“Ketika harga kambing sedang turun, peternak tidak harus selalu bergantung pada penjualan ternak hidup. Susu kambing memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Usai penyampaian materi, mahasiswa KKN bersama tim dokter hewan melakukan pelayanan langsung kepada ternak warga dengan cara berkeliling ke kandang-kandang milik wargat. Pelayanan yang diberikan meliputi pemberian vitamin, obat cacing, serta pengobatan koreng pada kambing.
Melalui kegiatan Posyandu Ternak ini, mahasiswa KKN Desa Lelong berharap dapat membantu meningkatkan kesehatan ternak masyarakat serta memberikan wawasan baru kepada peternak agar lebih adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi di sektor peternakan.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan posyandu ternak ini dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa dan instansi terkait. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan UPT Penyuluhan HPT dan Keswan Praya Tengah, Desa Lelong diharapkan mampu mengembangkan sektor peternakan yang produktif.
