Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Inspirasi Kampung

Kisah Hamzah bin Abdul Mutholib : Saat Amarah Berubah Menjadi Iman

adminkampung December 17, 2025 3 minutes read
Makkah siang itu berdebu dan panas. Di lembah kota yang keras itu, Rasulullah berdiri sendirian di dekat Bukit Shafa. Tidak ada pasukan. Tidak ada pelindung. Hanya seorang Nabi dengan dakwah yang ditertawakan dan dihina.
Tiba-tiba Abu Jahl datang. Dengan wajah penuh kebencian, ia mencaci Rasulullah. Kata-katanya tajam, menghina nasab, mencela ajaran, merendahkan kehormatan. la tidak hanya melukai lisan tetapi menusuk harga diri seorang keponakan yang dicintai.
Rasulullah diam.
Beliau tidak membalas.
Beliau tidak melawan.
Beliau menahan semuanya di dadanya.
Tak jauh dari situ, seorang budak perempuan melihat kejadian itu. Hatinya terbakar. Namun ia tak berdaya. la hanya menyimpan peristiwa itu-menunggu waktu.
Sore harinya, Hamzah bin Abdul Muththalib pulang dari berburu. Tubuhnya tegap. Busurnya masih di tangan. Wajahnya keras, wajah seorang singa Quraisy. la adalah paman Rasulullah, saudara sepersusuan beliau, dan salah satu lelaki paling disegani di Makkah.
Budak perempuan itu mendekat dan berkata dengan suara bergetar,
“Wahai Abu ‘Umarah… andai engkau melihat apa yang Abu Jahl lakukan pada keponakanmu.”
Hamzah berhenti melangkah.
“Apa yang ia lakukan?” tanyanya.
la mendengar semuanya. Setiap kata hinaan. Setiap cercaan. Setiap penghinaan terhadap keponakannya.
Darah Hamzah mendidih. Bukan karena agama. Bukan karena dakwah. Tetapi karena kehormatan keluarga Bani Hasyim diinjak-injak di depan umum.
Tanpa berkata apa pun, Hamzah melangkah cepat menuju Ka’bah. Abu Jahl sedang duduk di sana bersama para pembesar Quraisy. Mereka tertawa-merasa menang.
Hamzah mendekat.
Tanpa peringatan, ia mengangkat busurnya dan menghantam kepala Abu Jahl hingga berdarah. Dengan suara mengguntur, Hamzah berkata:
“Bagaimana mungkin engkau mencaci Muhammad, padahal aku berada di atas agamanya?!
Aku mengatakan apa yang ia katakan!”
Semua terdiam. Kalimat itu keluar begitu saja. Bukan karena iman. Bukan karena yakin. Tetapi karena amarah dan pembelaan. Namun kalimat itu telah diucapkan. Dan langit mendengarnya.
Abu Jahl terhuyung. Orang-orang Quraisy hendak membalas, tetapi ia menghentikan mereka.
“Biarkan,” katanya. “Aku memang telah mencacinya.”
Malam itu, Hamzah pulang dengan dada bergemuruh. Amarahnya mereda dan kegelisahan datang.
la duduk sendiri. Kalimat yang ia ucapkan siang tadi terus terngiang di kepalanya.
“Apakah aku benar-benar berada di atas agamanya?”
Hatinya gelisah. Jiwanya berperang dengan dirinya sendiri.
Hamzah menuju Ka’bah di malam sunyi. la berdoa kepada Allah-Tuhan yang sejak lama ia kenal, tetapi belum sepenuhnya ia ikuti.
“Ya Allah… jika apa yang dibawa Muhammad itu benar, lapangkanlah dadaku. Jika tidak, tunjukkan kepadaku.”
Keesokan harinya, Hamzah mendatangi Rasulullah.
Wajahnya serius. Suaranya berat.
“Wahai keponakanku… jelaskan kepadaku tentang apa yang engkau bawa.”
Rasulullah berbicara.
Tentang tauhid.
Tentang keadilan.
Tentang akhirat.
Tentang Allah Yang Maha Esa. Setiap kata masuk ke dada Hamzah-dan menetap.
Saat itu, amarah berubah menjadi keyakinan. Pembelaan berubah menjadi iman. Hamzah berkata dengan suara mantap,
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan-Nya.”
Wajah Rasulullah bersinar.
Islamnya Hamzah bukan sekadar satu jiwa bertambah-tetapi benteng umat ditegakkan.
Sejak hari itu, kaum Muslimin shalat terang-terangan. Dakwah tak lagi sepenuhnya sembunyi. Quraisy mulai gentar.
Dan Rasulullah memberinya gelar: Asadullah wa Asadu Rasulih Singa Allah dan Singa Rasul-Nya.
Hamzah masuk Islam bukan karena lembutnya awal-tetapi karena kejujuran hati yang akhirnya tunduk pada kebenaran. Dan Allah menjadikan amarahnya-sebagai pintu hidayah.
Catatan Riwayat:
Kisah ini diriwayatkan dalam Sirah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisham, dan diperkuat oleh berbagai riwayat hadis tentang sebab masuk Islamnya Hamzah رضي الله عنه
Penghinaan Abu Jahl dan reaksi Hamzah adalah riwayat masyhur dan diterima dalam sejarah Islam.
Sumber: Kisah Kisah Islami – https://www.facebook.com/profile.php?id=100067035245616

About the Author

adminkampung

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Aib Rumah Tangga di Era Media Sosial: Peringatan Keras dari Fatwa Al-Azhar
Next: LAKPESDAM NU NTB SIAPKAN TRAINER PENDIDIKAN INKLUSI

Berita Terkait

b41f0fdb-1024-4b39-899b-f9eac0071ad3
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Tekan Sampah dan Pupuk Kimia, Lapas Lombok Barat Ubah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk Cair

adminkampung January 14, 2026 0
rumah tangga
3 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Aib Rumah Tangga di Era Media Sosial: Peringatan Keras dari Fatwa Al-Azhar

adminkampung January 11, 2026 0
keutamaan-bulan-Rajab-
4 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

adminkampung January 11, 2026 0

Baca juga

b41f0fdb-1024-4b39-899b-f9eac0071ad3
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Tekan Sampah dan Pupuk Kimia, Lapas Lombok Barat Ubah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk Cair

adminkampung January 14, 2026 0
x1768283908_IMG-20260109-WA0108.jpg.pagespeed.ic.MbZsj2_ik-
3 minutes read
  • Pemerintahan

Pemprov NTB Akan Akhiri Sistem Pansel dan “Beauty Contest”, Gubernur Iqbal Terapkan Manajemen Talenta ASN sebagai Kompas Karier Aparatur

adminkampung January 13, 2026 0
6fa15f1f-377d-4c2f-a5a2-afdf02e6872f
2 minutes read
  • Hukum

Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir EFR Rampung, Lima Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejari Mataram

adminkampung January 13, 2026 0
c3cdd738-e728-4dce-b390-bd61ef92900d
2 minutes read
  • Pemerintahan

Kepala Diskop UKM NTB Tekankan Disiplin ASN dan Progres Kerja Harian

adminkampung January 13, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.