Lombok Timur – Aliansi Mahasiswa Nusantara Wilayah Nusa Tenggara Barat (AMAN NTB) menyampaikan apresiasi setinggi–tingginya kepada Bupati Lombok Timur atas kebijakan berpihak kepada pendidik non-sertifikasi, khususnya guru madrasah dan guru non-ASN di daerah tersebut.
Kebijakan pemberian insentif kepada 800 orang guru madrasah dan guru non-sertifikasi serta non-ASN, menjadi angin segar bagi sektor pendidikan keagamaan yang selama ini turut mengambil peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya itu, langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang memberikan perlindungan jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek merupakan kebijakan humanis yang memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para pahlawan pendidikan ini.
Koordinator Wilayah AMAN NTB, Hamzan Watoni, menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah kepada tenaga pendidik harus terus ditingkatkan agar pemerataan kesejahteraan di sektor pendidikan benar-benar terwujud.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Bupati Lombok Timur atas perhatian yang nyata terhadap guru madrasah dan guru non-ASN. Mereka adalah garda terdepan dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berdaya saing. Kebijakan insentif dan perlindungan BPJS Kesehatan serta BP Jamsostek ini merupakan langkah maju yang perlu berkelanjutan,” ujar Hamzan.
Lebih lanjut, AMAN NTB mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk terus memperluas jumlah penerima manfaat dan memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan agar peningkatan kapasitas serta kesejahteraan guru dapat dirasakan lebih merata.
“Kami berharap Pemkab Lotim terus memperjuangkan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru madrasah serta seluruh pendidik non-ASN lainnya. Masa depan pendidikan kita tidak boleh bergantung pada ketimpangan fasilitas maupun kesejahteraan,” tambahnya.
