Lombok — Harga sapi di sejumlah wilayah di Pulau Lombok mengalami kenaikan signifikan setelah bulan suci Ramadan. Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari acara begawe (pesta adat), pernikahan, hingga persiapan ibadah kurban.
Sebelumnya, harga sapi berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, harga tersebut naik menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini mulai terasa sejak pasca-Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas sosial masyarakat.
Yudiatna Dwi Sahreza, peternak lokal di Lombok, menilai kenaikan harga tersebut sebagai fenomena yang wajar dalam siklus tahunan.
“Saat ini permintaan sapi memang meningkat cukup signifikan, terutama setelah Ramadan. Banyak kebutuhan untuk begawe, pernikahan, dan juga mulai persiapan kurban. Ini yang membuat harga ikut terdorong naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dari sisi peternak, kondisi ini menjadi peluang, namun tetap diiringi tantangan dalam menjaga ketersediaan stok.
“Kami sebagai peternak tentu berusaha menjaga pasokan tetap ada. Tapi perlu diingat, proses beternak sapi tidak instan, butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit,” tambahnya.
Menurutnya, lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan dapat terus mendorong kenaikan harga, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara harga dan pasokan di lapangan.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu peternak, misalnya melalui dukungan pakan ternak, akses pembiayaan, dan penguatan distribusi. Dengan begitu, peternak bisa meningkatkan produksi tanpa memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini agar lonjakan harga tidak semakin tinggi saat puncak permintaan.
“Perlu ada langkah antisipatif dari sekarang, seperti pemetaan stok dan distribusi yang merata, supaya harga tetap stabil saat permintaan puncak nanti,” tutupnya.
Kenaikan harga sapi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang musim kurban.
